Buron, Sekdes di Bogor Korupsi Dana Bansos COVID-19

  • Whatsapp
Ilustrasi. Shutterstock

WartaBogor.com – Kelakuan seorang sekretaris desa (sekdes) di Bogor, Jawa Barat, berinisial ES sangat keterlaluan karena korupsi dana dana bantuan sosial (bansos) warga terdampak pandemi COVID-19.

Kini ES masih buron, setelah lebih dari sepekan ditetapkan sebagai tersangka korupsi bansos COVID-19.

Read More

“Masih dalam tahap pengejaran,” ujar Kapolres Bogor AKBP Harun dilansir dari Antara.

Menurutnya, Sekdes Cipinang, Kecamatan Rumpin, Bogor itu, terlibat korupsi lantaran menarik setoran dari stafnya berinisial LH (32) yang juga berstatus tersangka, karena memanipulasi 30 data penerima bansos.

Harun menyebutkan, LH yang menjabat sebagai Kasi Pelayanan di Desa Cipinang itu memanipulasi 30 data penerima bansos, sehingga meraup uang senilai Rp54 juta atau Rp1,8 juta dari setiap satu akun penerima bansos.

“Pemerintah kan memberikan bantuan setiap bulannya Rp600 ribu, dikalikan tiga jadi Rp1,8 juta per orang,” kata mantan penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Harun menyebutkan, LH melakukan aksinya dengan dibantu 15 orang yang masing-masing dibekali dua akun penerima bansos untuk melakukan pencairan di Kantor Pos Cicangkal, Rumpin, Bogor.

Kemudian, sebanyak 15 orang yang mencairkan dana bantuan dengan kertas barcode berisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga setempat itu masing-masing dibayar oleh LH senilai Rp250 ribu.

“Sementara 15 figuran ini masih berstatus saksi, masih kami dalami. Kalau bukti cukup akan kami tersangkakan,” kata Harun.(Antara)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *