Ba’asyir Bebas Tanggung Jawab Lapas Selesai

  • Whatsapp
Ilustrasi penjara (Unsplash.com/Matthew Ansley)

WartaBogor.com – Abu Bakar bin Abud Ba’asyir alias Abu Bakar Ba’asyir (ABB) bebas dari Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur pada hari ini, Jumat (8/1/2021), sekitar pukul 05.30 wib.

ABB adalah narapidana tindak pidana terorisme atau melanggar Pasal 15 jo. 7 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003; dengan putusan pidana 15 tahun.

Read More

Menurut Kalapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Mujiarto ABB dibebaskan setelah melewati proses administrasi dan protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan COVID-19, ABB telah dirapid test anti gen dan hasilnya negatif.

Dia mengatakan ABB diserahterimakan dengan pihak keluarga dan tim pengacara yang datang menjemput, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang di antaranya adalah membawa surat hasil Tes Swab COVID-19 negatif.

“Penjemput yang terdiri dari keluarga dan tim pengacara datang dengan membawa surat hasil swab Covid-19 dengan hasil negatif,” kata Mujiarto.

Dia menjelaskan perjalanan ABB menuju kediaman di Sukohardjo, selain didampingi keluarga dan tim pengacara, juga dilakukan pengawalan oleh Densus 88 dan BNPT.

Menurutnya Kegiatan pembebasan berjalan dengan aman dan lancar. “Jadi tanggung jawab kami hanya sampai pintu gerbang, selepas itu sudah jadi tanggung jawab mereka. Pengawalan oleh densus 88,” jelas Mujiarto.

Sehubungan telah bebasnya Abu Bakar Ba’asyir yang menjalani hukuman di lapas khusus Gunung Sindur, sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 5 2018 dan Peraturan Pemerintah nomor 77 tahun 2019 akan melaksanakan program deradikalisasi.

Brigjen Pol Eddy Hartono menjelaskan deradikalisasi ini dilaksanakan kepada tersangka, terdakwa, terpidana, narapidana, mantan narapidana, dan orang atau kelompok yang sudah terpapar paham radikal terorisme.

Dia mengatakan sebelum menjalankan program tersebut BNPT telah berkomunikasi dengan keluarga dan Abu Bakar Ba’asyir. “Kami juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait, seperti Lembaga Pemasyarakatan, Polri, dan Departemen Agama,” kata Brigjen pol Eddy Hartono. (rub/WB)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *