Pemkot Bogor Siapkan Rp 9 Milliar dari APBD Untuk Distribusi Vaksin

  • Whatsapp
Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: shutterstock)

WartaBogor.com- Kota Bogor juga sedang menunggu vaksin Covid-19, guna menanggulangi peningkatan angka Covid-19 yang tak terbendung.

Pemkot Bogor juga telah siapkan anggaran untuk menunjang kebutuhan dan persiapan pendistribusian vaksin di Kota Bogor.q

Read More

Walikota Bogor, Bima Arya mengatakan Minggu kedua bulan Januari 2021, di Kota Bogor sudah dipastikan penyaluran vaksin Covid-19 di Kota Bogor sudah berjalan.

Untuk menunjang, Pemkot Bogor juga sedang menyiapkan kebutuhan yang sedang dibutuhkan. Bima menjelaskan ada tiga unsur yang disiapkan untuk menunjang kebutuhan pendistribusian vaksin.

Antara lain, persiapan fasilitas kesehatan (faskes) di setiap puskesmas yang akan dijadikan tempat penyuntikan vaksin. Kemudian pendataan target prioritas yang harus mendapatkan vaksin. Selanjutnya sosialisasi terhadap masyarakat di Kota Bogor.

“Nanti di Minggu kedua bulan Januari akan ada kick off di Kota Bogor, yang dipersiapkan dari kami ada tiga, kesiapan Faskes, pendataan, dan sosialisasi,” kata Bima Arya.

Untuk menyelesaikan tiga faktor penunjang pendistribusian vaksin Covid-19 di Kota Bogor telah siapkan anggaran Rp 9 Milliar dari APBD Kota Bogor.

Nantinya uang tersebut digunakan untuk kebutuhan logistik, faskes dan fasilitas penunjang lainnya. “Pemkot mengantarkan Rp 9 Milliar dari APBD, uang tersebut nantinya untuk mendukung kebutuhan logistik, kebutuhan faskes dan lain-lain,” kata Bima Arya.

Dia menjelaskan nantinya pada tahap awal yang akan diprioritaskan sekitar 20 persen masyarakat di usia produktif 19 sampai 60 tahun, sekitar 160 ribu orang.

Sebelumnya, Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan Fokus sasaran pertama vaksin yang akan diterima di Kota Bogor adalah untuk tenaga kesehatan (nakes) dan non tenaga kesehatan atau Fasilitas Pelayanan Kesehataan (fasyankes) yang tercatat di Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehataan (SISDMK), termasuk Dinkes.

Dia mengatakan nakes menjadi prioritas utama karena yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19 agar lebih kebal dari paparan Covid-19.

“Fokus Sasaran pertama vaksin Nakes dan non nakes atau tenaga Fasyankes sekitar 9.669 orang yg tercatat di Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK). Termasuk Dinkes, 144 saja diluar Puskesmas” kata Dedie Rachim. (rub/WB)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *