Bromelia Riverside Cafe Cisarua Langgar Aturan

  • Whatsapp
banner 468x60

WartaBogor.com – Sejumlah bangunan tak berizin di wilayah Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, masih tak dapat ditertibkan. Pasalnya, hal itu sering kali membuat petugas pengawasan bangunan kewalahan.

Belum lagi diduga banyak pejabat yang memiliki bangunan tak berizin di kawasan wisata tersebut. Bromelia Coffee, Desa Jogjogan, misalnya.

Bedasarkan informasi yang dihimpun, kafe yang berdiri tepat di pinggir sungai kerap kali menjadi sorotan lantaran diduga milik pejabat di Bumi Tegar Beriman ini.

Pengawas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tata Bangunan dan Pemukiman Wilayah Ciawi Agung menyebutkan, setelah dicek ke lokasi yang berkaitan bahwa benar bangunan tersebut belum memiliki izin. Terkait lahan, sambungnya, sejak 2017.

“Kalau lahannya betul dari 2017. Secara umum belum memiliki IMB,” katanya Senin (19/10).

Dia mengaku, saat ini pihaknya telah melakukan kordinasi dengan pihak kafe. Meski belum secara tertulis UPT Tata Bangunan Ciawi telah melakukan peringatan awal secara lisan.

“Belum tertulis. Kami baru lakukan secara lisan agar pihak terkait dapat mengurus izinnya segera,” ujarnya.

Pada prinsipnya, Agung menjabarkan, banyak bangunan liar yang berdiri di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor. Untuk tahapan peringatan, kata dia melanjutkan, ada tiga tahapan.

“Kami berikan surat peringatan dari tahap satu, seminggu kemudian tahap dua dan selanjutnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPT Bangunan Wilayah Ciawi Hennry Mahar M menegaskan, untuk tindakan lebih lanjut pihaknya hanya sebatas memberikan peringatan melalui surat peringatan sebanyak tiga tahap.

Agar sejumlah pemilik bangunan maupun tempat usaha dapat segera mungkin berkordinasi dan mengurus perizinan.

“Kalau tindak lanjut seperti penutupan itu nanti setelah kita buat laporan ke pusat kemudian muara akhirnya di Satpol PP Kabupaten Bogor,” singkatnya.

Lebih lanjut, seorang karyawan Bromelia Coffee NS menuturkan, tidak mengetahui lebih dalam terkait perizinan tersebut.

Sepengetahuannya, tempat usaha itu masih berada di bawah naungan Wisma Lokawiratama sehingga ia menduga masih satu perizinan.

“Ini kan kaya masih bagian dari Wisma Lokawiratama. Masalah itu aku juga belum tahu. Dan kurang tau lebih dalam lagi,” singkatnya.(mut/WB)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *