Bentuk Relawan Alumni Covid-19, Bima Arya: Gejala Setiap Orang Berbeda

  • Whatsapp
Ilustrasi/Pixabay
banner 468x60

WartaBogor.com – Pemerintah Kota Bogor kembali membentuk relawan untuk menangani wabah virus Corona COVID-19.

Relawan tersebut yaitu mereka yang dulu pernah terinfeksi Corona namun kini sudah sembuh.

Read More

banner 300250

Relawan yang diberi nama Temanco ini diharapkan bisa memotivasi pasien terinfeksi dan mengedukasi masyarakat Kota Bogor terkait bahaya COVID-19.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan tiga pesan kepada Relawan Temanco yang sudah dilantik, Sabtu (26/9/2020). Pertama, terus menyemangati dan memotivasi orang yang positif terpapar COVID-19.

Kedua, memberikanlah edukasi ke khalayak umum agar banyak yang percaya bahwa virus Covid-19 ini nyata bukan khayalan. Ketiga, sesama mantan pasien COVID-19 harus berbagi informasi dan pengalaman.

“Sebab, semua pasti berbeda-beda gejala yang dialami,” ujar Bima.

Bima juga berharap semua yang dilakukan para mantan pasien mendatangkan keberkahan karena memiliki tugas mulia yaitu menyelamatkan banyak nyawa orang dari virus tersebut.

“Nazar saya dulu kalau dikasih kesempatan sehat kembali. Ya Allah, saya ingin menyelamatkan sebanyak mungkin manusia apapun risikonya. Di bully sudah biasa, dicaci juga sudah biasa. Jangan mengharapkan dipuji, Insya Allah ini semua lillahi ta’ala, karena keyakinan kita ingin memberikan manfaat yang sebesar-besarnya,” katanya.

Inisiator Relawan Temanco, Ara Wiraswara menjelaskan, ia ingin memberikan pesan kepada pasien COVID-19, bahwa virus tersebut ini bisa sembuh dan dilawan bersama-sama.

“Alhamdulillah para survivor ini adalah buktinya dan kita ingin memberikan pesan kepada saudara-saudara kita yang masih berjuang melawan COVID-19, mari kita lawan bersama,” ujar Ara salah satu pasien yang sembuh dari COVID-19.

Salah satu gerakan utama Temanco, lanjut Ara, mendampingi pasien COVID-19 untuk memberikan semangat untuk berjuang melawan COVID-19. Tercatat, ada 15 pasien yang didampingi secara berkesinambungan.

“Ada dua pesan yang disampaikan Temanco. Pertama, virus itu memang ada dan survivor itu bukti bahwa virus itu ada. Kedua, ketika ada tetangga yang terkena bukan dijauhi, tetapi beri dukungan tetangga tersebut untuk sembuh,” terangnya.

Tak hanya itu, Temanco juga ikut bergabung dengan tim Merpati untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai COVID-19. Selain itu, juga membuat kanal Youtube sebagai wadah para mantan pasien untuk bercerita mulai dari si pasien terpapar hingga dinyatakan sembuh COVID-19.

Sejak dibentuk September lalu, Temanco sudah mendampingi 25 keluarga, 68 jiwa, 15 kelurahan dan 9 kecamatan, termasuk 3 kecamatan di luar Kota Bogor. Baik pendampingan psikis, pendampingan ekonomi hingga menghantarkan para suspek untuk melakukan swab dengan mobil Temanco.

“Kami sangat mengapresiasi kepada teman-teman yang telah ikut ambil bagian dalam gerakan ini, sehingga bisa membantu mengurangi tingkat stres penderita dan mengkampanyekan agar masyarakat lebih aware (sadar) terhadap virus ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, Temanco harus bisa meyakinkan kepada masyarakat bahwa COVID-19 itu ada dan virus tersebut dapat dilawan.

“Utamanya memberikan dukungan psikologis penderita, suportif ke keluarga untuk membangun optimisme sembuh,” kata dia.

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *